Senin, 04 Juni 2012

Mahasiswa Promosi Kesehatan FKM Unhas Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia


Mahasiswa Promosi Kesehatan FKM Unhas Memperingari Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Oleh : Muhammad Iqbal Ahmad
Mahasiswa Jurusan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UNHAS

            Mahasiswa Jurusan Pomosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin bersama dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Wilayah 04 Makassar melakukan aksi Longmarch dan Kampanye tentang Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada tanggal 3 Juni 2012 kemarin.
            Aksi longmarch ini mendapat antusias dari masyarakat yang berada di anjungan Pantai Losari Makassar dan mendukung aksi yang kami lakukan dengan menandatangani kain putih yang telah kami disediakan serta menjadikan bukti kecil bagi kami dan masyarakat kota Makassar bahwa kami menolak adanya tembakau di kota Makassar dan menginginkan pabrik rokok ditutup saja agar tidak ada lagi produksi rokok dan perokok di Makassar. Selain itu kami juga membagikan leaflet dan poster tentang bahaya rokok .
            Salah seorang orator aksi longmarch dan kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Syahrin Kamil dari Mahasiswa Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku mengatakan “ Kami mengingikan kota kita ini bebas dari asap rokok, karena ada 4000 kandungan bahan kimia yang berbahaya dari asap rokok dan 60 diantaranya menyebabkan resiko penyakit kanker. Perlu diiingat bahwa sehat juga itu hak asasi bagi kita. Mari kita ciptakan keluarga sehat tanpa asap rokok, jangan membiarkan keluarga kita terpapar dengan asap rokok yang berbahaya itu. Jangan mau tertipu dengan iklan-iklan rokok yang membuat kita merasa macho dengan merokok, dan ingat bahwa rokok telah membakar uang kita sebesar 3,15 Milyar perhari. Lebih baik uang untuk membeli sebatang rokok kita ganti dengan sebutir telur dan gula-gula. Itu lebih bermanfaat dibanding rokok yang menimbulkan banyak resiko penyakit.
            “Harapan kami dari aksi longmarch dan kampanye Hari Anti Tembakau Sedunia ini diperhatikan oleh pemerintah Kota Makassar maupun Provins Sulawesi Selatan agar menciptakan PERDA tentang larangan merokok di sekolah, kantor ataupun tempat-tempat umum lainnya dan ini tidak hanya ada dalam konsep saja, tetapi dibuktikan dengan terwujudnya PERDA ini,” salah satu orator dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Wilayah 04 Makassar.
 Ini merupakan langkah kecil kami dari mahasiswa kesehatan yang menolak adanya konsumsi tembakau di Kota Makassar dan menciptakan Kota Makassar menuju kota Dunia dengan sehat tanpa asap rokok, karena kami yakin langkah kecil akan memberikan banyak perubahan.